February 24, 2008 at 6:44 am (Koran Kampus)
Tags: bestari, Koran Kampus, liputan
Hari-hari menunggu cetak koran kampus Bestari UMM bisa dibilang mendebarkan, bukan karena berarti bisa segera membaca apakah tulisannya dimuat atau tidak, tapi artinya hanya satu: deadline edisi depan.
Rapat penentuan tema untuk edisi berikutnya memang selalu dilakukan ketika lepas tengah bulan. Pada saat itu proses pengerjaan dari mengedit dan me-lay out sedang berlangsung. Maka, kegembiraan melihat edisi sebelumnya terbit dan mendapat honor yang lumayan buat makan langsung menguap begitu mendengar kapan tulisan edisi depan harus diserahkan. bagi jurnalis deadline tidak sekadar kata tapi benar-benar death yang didapatkan ketika hal tersebut tak diindahkan. Satu dua kali masih selamat, tiga empat dan seterusnya berarti satu kata saja: oncat!
You have to get out of here! No exception!
Leave a Comment
February 24, 2008 at 6:31 am (Perkuliahan)
Seminggu lagi liburan usai. Rutinitas perkuliahan akan segera dimulai. Tak apalah karena ini adalah mimpi yang telah nyata dan aku menikmati setiap detik yang ada: ketika aku bangun tidur, berebut antri kamar mandi di kost, jalan kaki ke kampus, ketemu teman-teman, menyimak dosen, pusing dengan tugas-tugas kuliah, dan bersemangat berebut nilai A!
Leave a Comment
February 24, 2008 at 6:30 am (Kehidupan di Kost)
Beberapa minggu lalu aku kehilangan komunikasi dengan salah satu teman kost. Dia kaku aku juga begitu sehingga sulit ketemu. Ketika aku memberinya makanan–bukan untuk menyuap–agar suasana cair, dia menerimanya dengan tanpa ekspresi! Pada kesempatan lain untuk kedua kalinya: yang kutemukan tetap sama.
Akhirnya aku berinisiatif untuk mengajak dia keluar lewat sms. Aku bermaksud mengajaknya membicarakan ada apa di antara kami berdua. Jika ada sumber masalah maka perlu segera diketahui dan dipecahkan bersama. Tapi, apa jawabnya? Maaf, aku lagi males keluar. Lagipula siapa yang musuhin kamu? Kamu sibuk dengan urusanmu dan aku sibuk dengan diriku sendiri. Toh kita tidak saling ganggu. Maafkan segala kesalahanku.
Aku sms lagi jawabannya tetap dia tidak mau keluar karena males.
Ketika tiba di tempat kost, dia tidak menyapa tidak juga menanyakan tentang ajakanku sebelumnya. Karena aku juga bukan orang yang romantis dan suka ngrepek-ngrepek maka aku akhirnya juga malas menyapa. Keberadaan kami akhirnya seperti dua orang yang tidak saling kenal. Beberapa hari mag ku sempat kambuh karena berpikir masalah ini tapi kemudian aku mampu menyuruh otakku untuk menyetop asam lambung yang mengalir. Kuncinya terdengar sangat egois: I Don’t Care!
Dosa ya? Padahal sesama muslim itu bersaudara dan jangan sampai tidak bertegur sapa lebih dari tiga hari… Entahlah, semoga masih ada cara yang bisa kami terima dan laksanakan bersama tanpa perlu merasa ‘aneh’ untuk memulai. Semoga. Kini aku hanya bisa berdoa semoga hati kami sama-sama dilembutkan_Nya…
Leave a Comment
February 24, 2008 at 6:09 am (Favourite Books)
Tags: andrea hirata, book, laskar pelangi, litlle house, tetsuko kuroyanagi, totto-chan

Tidak banyak buku yang benar-benar kusukai.
Beberapa di sini adalah yang menurutku bagus dan tentu karena itu aku membungkusnya dengan rapi dan kusimpan dengan baik di almari: Little Town on The Prairie (sayangnya aku tidak punya Little House-nya) yang diberikan temanku ketika dia tiba dari Hongkong. Walaupun dia TKI, tapi dia smart banget. Dulu, waktu di SMU, hanya karena tidak percaya bisa kuliahlah yang menyebabkan dia tidak belajar dengan sungguh-sungguh–sesuatu yang disesalinya belakangan. Lalu aku punya Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela yang menurutku bagus banget. Tetsuko Kuroyanagi seakan mewakiliku untuk menyuarakan betapa indahnya masa kecil dan betapa segala sesuatu meskipun sangat sederhana akan benar-benar diingat oleh anak-anak. Keren! Lalu, ada buku-bukunya Andrea Hirata: Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor. Meskipun kadang ada kata-kata yang menurutku agak kurang anak-anak(mungkin karena ini memang bukan buku untuk anak-anak ya?), so far so good. Kini aku sedang menunggu buku terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi tersebut: Maryamah Karpov.
Leave a Comment
February 16, 2008 at 4:48 am (Photos of Mine)
1 Comment